Kegiatan PKTD Di Simalungun Dimulai

Tanggap Covid19
Nagori Bangun Sordang Kec. Ujung Padang Kab. Simalungun memulai Kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) bersumber dari Dana Desa Tahap I Tahun 2020

ArjunaNews, SIMALUNGUN – Kegiatan PKTD Di Simalungun Dimulai, menindaklanjuti SE Mendes No 4/2020 tentang Pembinaan dan Pengendalian Dana Desa TA 2020,

Karenanya, Pemerintah Nagori Bangun Sordang Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun langsung bergerak cepat. Pangulu (kepala Desa) Bangun Sordang, Efendi Purba bersama Maujana (BPD) dan Pendamping Desa sepakat memulai pelaksanaan pembangunan nagori.

Selanjutnya, Pangulu Bangun Sordang menyampaikan bahwa Dana Desa Tahap 1 Tahun 2020 sudah diterima akhir Februari 2020 sebesar 40% pagu.

“Atas nama Pemerintah Nagori dan seluruh masyarakat Bangun Sordang saya memgucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan kepada Bupati JR. Saragih dengan kebajakan Dana Desa 2020 ini manfaat Dana Desa dapat dirasakan masyarakat dengan cepat” ujar Efendi Purba.

Nagori Bangun Sordang

Angaran pendapatan Nagori Bangun Sordang pada tahun 2020 sebesar Rp 1.165.620.800 yang bersumber dari Pendapatan Asli Nagori sebesar Rp 1.500.000. Dana Desa Rp 824.200.000, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Kabupaten Rp 27.743.500, dan Alokasi Dana Nagori Rp 312.177.300. DANA DESA DI SIMALUNGUN CAIR: “Prioritaskan PKTD, Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Ekonomi”

Dalam keterangannya, Arjuna menjelaskan bahwa Bangun Sordang salah satu Nagori yang terbaik dalam proses pembangunan karena melaksanakan tahapan tepat waktu.

Tahun 2020, Dana Desa digunakan untuk kegiatan Padat karya Tunai Desa, Penanganan Stunting, Pengembangan Sistem Informasi Desa, dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa. https://www.kemenkopmk.go.id/padat-karya-tunai-untuk-tangkal-dampak-covid-19-di-desa

Selanjutnya, terkait Pencegahan Covid-19 sesuai arahan Preisden Jokowi dan surat edaran Menteri Desa, bahwa Bangun Sordang merupakan Nagori Tanggap Covid-19.

Dari anggaran Dana Desa 2020 sebesar Rp 824.200.000, sebanyak Rp 560.222.542 (68%) untuk kegiatan PKTD memeperkuat ekonomi dan daya beli masyarakat.

Kemudian sebanyak 220. 661.332 (27%) untuk kegiatan Stunting sebagai pengembangan SDM dan penguatan kesehatan masyarakat, dan sisanya 5% untuk peningkatan kapasitas masyarakat dengan kegiatan Pengembangan Informasi Desa (internet) dan Pelatihan pengelolaan BUMNag.

PKTD

“Prioritas penggunaan Dana Desa Nagori Bangun Sordang untuk memperkuat sendi-sendi ekonomi melalui Padat Karya Tunai Desa dan Penguatan Kesehatan Masyarakat melalui upaya pencegahan dan penanganan Covid-19” tandas Arjuna.

Secara teknis kegiatan PKTD Nagori Bangun Sordang sudah dilaporkan ke SIPEDE Kemendesa oleh Pendamping Desa Kecamatan Ujung Padang.

Sebagai contoh untuk kegiatan pembangunan jalan Huta III Sordang yang dilaksanakan swakelola dengan biaya Rp 405,561,542 dengan volume 513 m membutuhkan 1200 HOK.

Dari biaya kegiatan tersebut sebesar Rp 123780000 untuk upah yang meperkerjakan masyarakat lokal pengangguran sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat dalam menghadapi wabah Virus Corona.

Arjuna megharapkan agar Nagori Bangun Sordang dapat diikuti dan dicontoh oleh nagori lainnya dalam upaya percepatan pelaksanaan pembangunan.

Dalam pelaksanaan PKTD juga harus menerapkan physical distancing dan menggunakan masker. Kepada Pendamping Desa untuk memfasilitasi PKTD serta menjadi pelopor dalam pembentukan Relawan Desa Lawan Covid-19 sesuai surat edaran Menteri Desa.

#DesaLawanCovid19