TOT Peningkatan Kapasitas PLD

Peserta TOT Peningkatan Kapasitas PLD dari Kelas 3 Garuda

ArjunaNews, MEDAN – Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Desa pada Direkturat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PPMD)  Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyelenggarakan Pelatihan Bagi Pelatih (Training Of Trainers /TOT) Peningkatan Kapasitas Pendamping Lokal Desa di seluruh provinsi se Indonesia. Pelaksanaan TOT di Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 14-19 November 2019 di Hotel Garuda Plaza Medan.

TOT Peningkatan Kapasitas Pendamping Lokal Desa dibuka secara resmi  oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Utara Bapak Ir. H. Aspan Sopian didampingi Sofwan Sofyan dari Konsultan Nasional Program Inovasi Desa dan Afdi Marwan, Kordinator Program Provinsi KPW 1 Sumatera Utara pada Jumat Malam 15 November 2019 diikuti 150 peserta dari 27 Kabupaten/Kota se Sumatea Utara.

TOT kali ini menggunakan model FGD, dimana peserta mendiskusikan Modul Pelatihan untuk penambahan dan pengayaan terkait topik-topik pembahasan dapat diskusikan bersama agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Menurut KN PID Sofwan Sofyan, Modul pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan yang terlibat agar memahami secara filosofis, teknis serta memandu pendamping dalam memfasilitasi proses pelaksanaan kegiatan pendampingan baik pengelolaan Dana Desa maupun Program Inovasi Desa. Mendes Sebut Pendamping Desa Sebagai Pahlawan Stunting

Master Trainer Afdi Marwan menjelaskan bahwa ada 6 (enam) Mata Latih (ML) yang tertian dalam Modul Peningkatan Kapasitas PLD, yaitu: Riviu Pendampingan Masyarakat Desa, Refleksi Kerja Pendampingan, Ketrampilan Dasar, Membangun Tim Kerja, Penanganan Pengaduan dan Masalah, Keberlanjutan Inovasi Desa. Untuk efektivitas pelaksanaan TOT dibagi dalam 6 (enam) kelas.

Kelas 3 (tiga) terdiri dari 30 peserta yang dibimbing oleh Master Sofwan Sofyan, Master Afdi Marwan, dan Master Fahmi Juanda membagi peserta TOT menjadi 6 (enam) kelompok sesuai Mata Latih Modul Pelatihan. Dipandu Fahi Juanda, semangat yang tinggi ditunjukkan oleh peserta kelas 3 Garuda terutama pada saat micro teaching, dengan penuh akrab tapi fokus saling memberi masukan tiap kelopok.

Program Inovasi Desa hadir sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan Dana Desa dengan memberikan rujukan inovasi pembangunan Desa serta merevitalisasi peran pendamping dalam mendukung pembangunan Desa. Melalui Program Inovasi Desa diharapkan mampu memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif. Program Inovasi Desa merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan Dana Desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat. https://mudanews.com/regional/2019/11/17/exit-pid-keberlanjutan-dan-pengutan-peran-pld/

Melalui TOT, diharapkan menghasilkan Modul pelatihan yang mampu meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan yang terlibat agar memahami secara filosofis, teknis serta memandu pendamping dalam memfasilitasi proses pelaksanaan kegiatan pendampingan baik pengelolaan Dana Desa maupun Program Inovasi Desa. Jika diperlukan penambahan dan pengayaan terkait topik-topik pembahasan dapat diskusikan bersama agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.