Konvergensi Stunting TPID Pematang Bandar

TA-PP P3MD Kabupaten Simalungun Menyampaikan Materi pada Pelatihan Pengembangan SDM TPID Kecamatan Pematang Bandar, 29 Oktober 2019

ArjunaNews, SIMALUNGUN – TPID Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun menyelenggarakan pelatihan inovasi Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Konvergensi Stuntung pada Selasa 29 Oktober 2019 sebagai tindak lanjut kegiatan Program Inovas Desa 2019.

Didampingi Kepala Puskesmas Pematang Bandar dan Kerasaan, Camat Pematang Bandar Ibu Juriani Purba, SE, MSi membuka secara resmi kegiatan pelatihan PSDM yag diikuti oleh Kaur Pemerintahan dan Kader Pembangunan Manusia.

Implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (selanjutnya disebut Undang-Undang Desa) sangatlah kondusif bagi upaya konvergensi pencegahan stunting di Desa.

“Sebenarnya, berdasarkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019, telah ditetapkan bahwa Dana Desa diprioritaskan salah satunya untuk mempercepat pencegahan stunting di Desa,” imbuh Juriani Purba.

Pelatihan Inovasi PSDM

Sebelumnya, Ketua TPID Kecamatan Pematang Bandar, Tantri Musfira Dimar, S.Sos.I melaporkan bahwa setiap nagori mengirim 2 orang peserta terdiri dari KPM dan Kaur Pemerintahan.

“Adapun kegiatan pelatihan Inovasi Pengembangan SDM ini merupakan tindak lanjut Program Inovasi Desa, salah satu upaya konvergensi stunting peran TPID”

Demikian wujud nyata dari upaya pencegahan stunting secara terkonvergensi dari Kementerian Desa, PDTT adalah memfasilitasi terbentuknya Kader Pembangunan Manusia (KPM). Tugas TPID meningkatkan kapasitas KPM melalui pelatihan bagi KPM yang sudah direkrut oleh Pemerintah Nagori (Desa).

Yang menjadi istimewa dalam kegiatan Pelatihan Inovasi Pengembangan SDM di Kecamatan Pematang Bandar dengan ikut sertanya Bidan Desa, Pendampig Desa, Kaur Pemerintahan dan KPM itu sendiri. Dalam kesempatan itu juga Kepala Puskesmas Pematang Bandar dan Kerasaan turut memberikan arahan dan bimbingan serta motivasi kepada peserta dalam konvergensi pencegahan stunting di desa.

Konvergensi Stunting

Selanjutnya, Arjuna, Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Simalungun yang hadir pada kegiatan pelatihan, kehadiran Kapus dan Bides akan memperkuat pengorganisasian pelaku konvergensi pencegahan stunting di Desa.https://mudanews.com/lingkungan-kesehatan/2019/10/30/perkuat-konvergensi-pencegahan-stunting-tpid-pematang-bandar-gelar-pelatihan-pengembangan-sdm/

”Terimakasih Ibu Camat, Bapak dan Ibu Kepala Puskesmas, Bidan Desa, dan peserta pelatihan (Kaur dan KPM) juga para Pendamping Desa. Kebersamaan kita disini akan mewujudkan keterpaduan dalam konvergensi penangaanan stunting,” ucap Arjuna.

Narasumber dari Dinas PMPN Kabupaten Simalungun, Mega Sipayung menjelaskan bahwa Konvergensi layanan intervensi pencegahan stunting membutuhkan keterpaduan proses perencanaan, penganggaran, dan pemantauan program pemerintah secara lintas sektor untuk memastikan tersedianya setiap layanan intervensi kepada rumah tangga 1.000 HPK.

“Efektivitas konvergensi pencegahan stunting di Desa ditentukan oleh kapasitas, peran aktif dan pola kerjasama yang dibangun antar pelaku di tingkat Desa dan antar Desa, baik individu mapun lembaga, sesuai fungsi dan kewenangannya.”PELATIHAN PSDM DOLOK PANRIBUAN BERKOMITMEN DALAM KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING

Kegiatan pelatihan inovasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDA) TPID Kecamatan Pematang Bandar ditutup oleh Camat Pematang Bandar, Pemerintah Kecamatan Pematang Bandar berharap peserta pelatihan dapat menerapkannya di nagori masing-masing serta berharap kepada semua pihak berperan dalam upaya konvergensi pencegahan stunting TPID Ujung Padang Gelar Pelatihan Inovasi PSDM