Mendes Eko Luncurkan Buku Rural Ekonomics 3

ArjunaNews, JAKARTA – Mendes Eko luncurkan buku ‘Rural Ekonomics 3, “Menguatkan Pilar Ekonomi Desa’ di Jakarta, Selasa (15/10).Adapun isi buku berisi buah pemikirannya selama menjadi menteri tersebut mengungkapkan tahapan proses pembangunan desa di Indonesia.“Persoalan besar di desa adalah banyaknya masalah itu sebenarnya karena kemiskinan.

Dalam keadaan seperti itu, kemiskinan bisa diatasi dengan menciptakan aktivitas ekonomi di desa, ujarnya.

Buku ini adalah sharing (berbagi) bagaimana proses kita menciptakan aktivitas ekonomi di desa”. https://news.detik.com/berita/d-4746975/luncurkan-buku-ketiga-mendes-beberkan-pemberdayaan-ekonomi-desa?

Mendes Eko luncurkan buku ketiga, Rural Ekonomics III adalah buku seri ke tiga hasil buah pemikirannya. Adapun buku seri pertama berjudul ‘Rural Ekonomics: Menggerakkan Roda Ekonomi Desa’,

Dan buku seri ke dua berjudul ‘Rural Ekonomics II: Meyakini Desa Mau dan Mampu Membangun’. “Buku (seri) yang pertama fokus bagaimana tata kelola sangat penting dalam melakukan pembangunan desa, Eko Putro Sandjojo: “Sang Motivator Desa”

“Karena dana desa adalah program baru. Buku yang kedua lebih banyak ke infrastruktur, dan buku ketiga adalah bagaimana tentang pemberdayaan ekonomi di desa, karena infrastruktur sudah banyak,” terangnya.

Disamping itu, juga banyak lagi yang telah dicapai program dana desa. “Paling penting adalah bagaimana kita ciptakan aktivitas ekonomi supaya kemiskinan berkurang sehingga otomatis permasalahan lain juga akan berkurang,” ujarnya.

Namun ia juga tidak menampik, tentunya masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk pembangunan perdesaan di Indonesia.

“Demikian Ia menyebut pembangunan perdesaan adalah upaya yang tidak mengenal akhir. “Paling penting adalah bagaimana kita ciptakan aktivitas ekonomi supaya kemiskinan berkurang. Sehingga otomatis permasalahan lain juga akan berkurang”.

Bagaimanapun juga rendahnya aktivitas ekonomi di desa disebabkan oleh minimnya infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, hingga internet.

Tapi meski begitu kedepan dana desa yang telah membangun ribuan infrastruktur dasar tersebut diharapkan dapat membantu peningkatan aktivitas ekonomi desa”

“Desa itu miskin karena (produksi) tidak fokus pada produk tertentu dan tidak memenuhi skala ekonomi.

Tapi dengan adanya dana desa, infrastruktur sudah terbangun. Dari tahun 2015 hingga per juli 2019 saja sudah terbangun sepanjang 201.899 kilometer jalan desa. Belum lagi ribuan infrastruktur lainnya” ungkapnya. (rilis/kemendespdtt)