Tahun 2020 Pendampingan Desa Tetap Berlanjut

Tahun 2020 Pendampingan Desa Tetap Berlanjut
Direktur PMD, M Fachri memberikan arahan kepada peserta Rakor PID ke 2 Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2019 di Palu, 9 Oktober 2019

ArjunaNews, PALU – Tahun 2020 pendampingan desa tetap berlanjut. Oleh karena itu, seluruh Tenaga  Pendamping Profesional tetap melaksanakan tugas mendorong percepatan  pemberdayaan masyarakat yang lebih kreatif dan inovatif.

Demikian pernyataan Direktur PMD M. Fachri dalam penutupan kegiatan Rapat Koordinasi PID ke-2 Tahun 2019 di Palu pada Tanggal 6-9 Oktober 2019.  

Fachri mengingatkan, Program Inovasi Desa hadir untuk meningkatkan kualitas dan efesiensi penggunaan Dana Desa dengan memberikan contoh praktek cerdas inovatif.

Dari contoh-contoh yang telah dilaksanakan oleh desa tersebut, lanjutnya,  maka desa-desa lainnya dapat  mengadopsi dan  mereplikasi dengan baik.

Replikasi Inovasi Desa 

Menurut Direktur PMD ini, PID telah menghasilkan banyak menu kegiatan  inovatif di desa yang dapat saling belajar dan mereplikasi  satu sama lainnya dalam pengelolaan potensi sumber daya lokal untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa. 

“Kita semua, para pendamping desa, Dinas PMD dan stakeholder terkait perlu mengawal komitmen  dari hasil Bursa Inovasi Desa agar Pemerintah Desa mencantumkan komitmen atau memasukan komitmen tersebut dalam postur APBDes”, tandasnya. 

Lebih lanjut, Fachri menegaskan bahwa Pemerintah telah menerbitkan kebijakan terkait Alokasi Dana Desa, terkait PMK Direktur PMD Keberlanjutan PID Perlu Chemistry

Selanjutnya, Perendes PDTT No. 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020. Oleh sebab itu, diharapkan Pemerintah Daerah segera menindaklanjutinya.

Penerbitkan Perbup maupun Perwali untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan APBDes sehingga penyaluran Dana Desa dan pelaksanaan kegiatan tidak mengalami keterlambatan.

Oleh karena itu, Direktur mengingatkan, regulasi tingkat pusat sudah tertib, tinggal ditindaklanjuti  peran daerah, yakni memfasilitasi desa untuk perencanaan 2020. https://jabarnews.com/read/76344/program-pendampingan-desa-berlanjut-di-tahun-2020

Dalam formula pengalokasian Dana Desa terdapat indikator angka kemiskinan yang memerlukan langkah-langkah  program pengentasan kemiskinan.

Program 2020

Tahun 2020 diharapkan bagi seluruh desa yang mendapatkan alokasi afirmasi wajib memprogramkan pengentasan kemiskinan agar dapat  meningkatkan kualitas hidup manusia.

Selanjutnya, di Tahun 2020 terdapat  alokasi kinerja untuk menjamin desa supaya tidak takut meningkatkan status desanya. Hal itu bermakna, jika melalui formula tersebut Desa dapat mengurangi angka  kemiskinannya, maka berkurang juga dana desa yang diterima, namun Desa tersebut akan diberikan penghargaan. 

“Jangan mengaku camat milenia kalau program masi copy paste dari tahun lalu. Mari berkomitmen tinggi untuk berinovasi demi pengembangan Sumber Daya Manusia. Program pengentasan stunting harus dicanangkan karena merupakan syarat penyaluran dana desa ke tiga”, tegasnya.

Selain tema-tema tersebut, M. Fachri juga mengingatkan agar stakehokder Desa juga kembangkan  pemberdayaan masyarakat di wilayah hutan yang tentunya berbeda karakteristiknya dengan  masyarakat di pesisir. Itu semua membutuhkan langkah-langkah advokasi pada desa-desa agar dapat  lebih maju dan mandiri. 

“Jika terdapat permasalahan internal di Desa, perlu segera difasilitasi dan dicarikan langkah solusi. Jangan dibiarkan permasalahan tersebut berlarut-larut yang mengakibatkan penyaluran Dana Desa yang menjadi hak masyarakat menjadi terhambat”, tegasnya. 

Terkait pemanfaatan Dana Desa, Fachri berharap benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat, terutama memberikan dampak terhadap penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup.

“Pemerintah Desa mengemban amanah cukup berat, karena di pundak merekalah Dana Desa dititpkan untuk dimanfaatkan bagi pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan Sumber Daya Manusia dan  peningkatan kesejahteraan masyarakat”, pungkasnya.

Kegiatan diikuti Dinas PMD Provinsi, PMD Kabupaten, Camat, Kades dan stakehokder, Tenaga Ahli PID, TPP, Tahun 2020 pendampingan desa berlanjut

#DesaMembangunIndonesia (kaf/rilis)